Relik

Relik

Ceritamaya– suatu tempat di belahan dunia ini —

Langit dengan bangga memperlihatkan bintang bintang gemerlap Sinar bulan purnama dengan sempurna menyinari dunia Daerah antaberantah itu ramai dengan beberapa manusia yang melakukan ritual
Tabuhan tabuhan alat musik tradisional serta nyanyian dengan bahasa yang tak jelas terdengar keras Seorang pria duduk bersila dan di kelilingi beberpa orang suku itu sambil menari nari Dari warna kulitnya jelas terlihat pria itu bukan penduduk daerah itu

Seorang dukun sedang sibuk dengan tungku ramuannya mengaduk aduk isi di dalam belanga itu Mulutnya tak henti berkomat kamit sambil tanganya mencampur daun daunan akar dan beberapa benda yang tak jelas

Beberapa saat kemudian dia menuangkan hasil racikannya ke dalam tempurung kelapa

Dukun itu menghampiri pria itu lalu menyodorkan tempurung kelapa yang berisi ramuan itu Sambil tersenyum pria itu mengambilnya meminumnya Musik bertambah keras para peritual itupun menyanyi nyanyi semakin keras Pria itu berdiri ” ohh.kenapa …”
Tubuhnya bergetar kakinya terasa lemas Pria itu merasa seperti ada sesuatu yang kuat meronta ronta di dalam tubuhnya

Dukun itu tersenyum para peritual bersorak sorai

” ahhh … ahhh.. kepala saya sakit ….” tubuh pria itu pun terhuyung dan terjembrab jatuh Pandangan matanya nanar semakin lama semakin gelap dan gelap …

enam bulan kemudian di suatu kota di belahan dunia ini —

Cindy baru saja tiba di kampusnya setelah mobilnya terparkir Cindy segera turun dari mobil Cindy tampak repot dengan tas bawaannya dan tangannya harus membawa beberapa buah map Baru lima langkah Cindy harus menghentikan langkahnya pak Joko ketua satpam menahannya

” anda yang bernama Cindy ? ” tanyanya
” ya benar ada apa pak..” jawabnya ” ada yang hendak saya tanyakan ayo ikut..” kata pak Joko si kepala satpam

Cindy pun berjalan menuju kampusnya dia sempat melihat ada dua mobil polisi di depan kampusnya ” ada apa ini.” gumannya dalam hati

” kapten Heru ini Cindy dia yang terakhir keluar dari kampus kemarin sore..” kata pak Joko Polisi dengan pangkat kapten itu pun menatap Cindy dari ujung sepatu sketnya hingga ujung rambutnya

Sambil menyodorkan tangannya pak Heru memperkenalkan diri ” saya kapten Heru polisi bagian invetigasi pembunuhan …” Cindy menelan air liurnya ada apa polisi bagian pembunuhan ingin mencarinya Cindy pun menyambut jabatan tangan pak Heru dan menyalaminya ” ada yang bisa saya bantu pak.”

” ada yang saya ingin tanyakan apa kamu kenal Dini Saputri ” tanya pak Heru ” ya dia teman baik saya ada apa pak.” tanya Cindy

Pak Heru menarik nafasnya ” Dini terbunuh semalam ….”
Tubuh Cindy terasa lemas ” a.. apa….” Pak Heru pun menjelaskan temannya Dini tewas mengenaskan di dalam toilet di kampus itu

Tubuhnya di temukan terbujur kaku tanpa sehelai benangpun Tidak ada memar atau luka di tubuh bagian lain kecuali di vaginannya yang memar dan terdapat luka terbuka yang cukup serius

Cindy hanya diam matanya tampak berair ” kemarin kami masih ngobrol hingga sore saya sempat menawarinya untuk ikut ta..ta tapi Dini menolakdia bilang hendak pulang sendiri saja kerena ingin ke mini market untuk belanja dulu …”

” apa Dini punya musuh di kampus ini.” tanya pak Heru Cindy mengeleng” Dini tidak pandai bergaul dia kuper tapi dia tak punya musuh … saya yakin itu Dini anaknya baik.”

Pernyatan cindy juga di kuatkan dengan para dosen yang mengenal Dini mahasiswi yang malang ituBerbagai pertanyaan di lontarkan kapten Heru dan Cindy menjawab sebisanya

Interogasi pun selesai pak Heru minta diri dan berjanji akan menuntaskan kasus ini
” tolong … tolong tangkap pelakunya pak. ” ujar cindy di sela isak tangisnya

Heru si polisi sempat membuka kain putih yang menutupi tubuh kaku Dini di ruang mayat rumah sakit polisi itu Menatap wajah Dini yang masih terlihat cantik walaupun sudah di tinggalkan oleh jiwanya

Hidungnya mancung bibirnya yang munggil matanya terbuka lebar dengan bola mata yang besar Heru bisa merasakan kepanikan yang di alami Dini bulu kudunya merinding merasakan sesuatu yang sangat menakutkan telah di alami gadis malang ini. Ceritamaya

Banyak kasus pembunuhan yang di tangani Heru tapi dia merasakan sesuatu yang lain yang terjadi pada Dini

” ehmm … ” terdengar suara dr. Yuli yang akan menjalani visum ” siang dokter apa kabar.” sapa Heru

” siang juga kapten wow gadis cantik yang malang.” kata dokter Yuli saat melihat wajah Dini dan segera membuka kain putih yang menutupi tubuh gadis itu Sambil melihat data gadis itu dr Yuli berkata ” hmm nama Dini Saputri umur 20 tahun kasus pembunuhan no k 2321 fd 3h ”

” oke kita langsung aja ya.” kata dr Yuli Mulailah dr Yuli melakukan outopsi ” tubuhnya mulus ya kapten.” ujar dr Yuli ” ya saya bisa lihat itu mulus sekali ” jawab Heru Dr Yuli menatap kapten Heru ” maksud saya di tubuhnya tak ada luka ataupun memar ” ” ya.saya tahu itu …” jawab Heru

” artinya tak terjadi tindak kekerasan tapi di vaginanya terdapat luka terbuka yang serius tidak ada sperma yang tercecer sebagai bukti kuat perkosaan liang vaginanya robek sebesar 5.5 cm juga terdapat luka di liang senggamanya.” ujar dr Yuli sambil terus memeriksa keadaan mayat muda itu

” sepanjang liang senggamanya terdapat luka yang berbentuk lubang lubang. hmm.aneh…” ujarnya ” maksudnya dok.? ” tanya Heru tapi tak dijawab dr Yuli yang terus melakukan pemeriksaan

“Luka hingga ke rahimnya bahkan kantung kemihnya juga rusak terdapat robek yang cukup serius … ” ujar dr Yuli meneruskan

” maksudnya dokter ….? ” Tanya Heru ” gadis ini mengalami trauma luar biasa saya rasa tak satupun penis di dunia ini yang bisa membuat luka seperti ini. ” kata dr Yuli

” maksud dokter penjahat itu mengunakan alat untuk merusak vaginanya …” ujar Heru
” bisa di bilang begitu tapi alat apa yang bisa membuat dinding liang senggama bolong bolong …” ujar dr Yuli sambil bertanya Heru diam memikirkan kasus yang sedang di hadapinya

” kapten saya rasa pembunuhnya bukan orang sembarangan atau mahasiswa seperti yang kapten duga ” ujar dr Yuli ” kasus yang aneh … ” guman Heru

” korban meninggal karena kehabisan darah karena jantung berhenti memompa karena tak ada darah dan otak langsung shutdown yang meyebabkan kematian.” ujar dr Yuli.

” kehabisan darah ? ” ujar Heru yang seingat dia tak ada darah tercecer di TKP hanya ada sedikit darah di vagina Dini

” dokter kemana darahnya ? di TKP tak ada darah yang tercecer lihat ini foto yang di ambil di TKP …” kata Heru sambil memperlihatkan foto foto Dini di TKP

dr Yuli melihat foto foto Dini itu sambil menarik nafasnya dia berkata ” anda yang menjadi polisi tugas anda yang mencari kemana darah itu tugas saya telah selesai ini laporannya …”

>>>

Gadis itu berjalan tergesa gesa masuk ke dalam toilet lalu meletakan tas ranselnya setelah mengunci pintu toilet itu Perlahan melepas kancing celana blue jeannya sebatas lutut lalu membuka celana dalamnya dengan warna pink ada motif bunga bunga kecil di celana dalamnya

Lalu dia duduk di atas kloset itu terdengar gemericik air seni yang keluar dari vaginannya Beberapa saaat kemudian terdengar jerit gadis itu dengan keras …” ahhhh…tolong tolong…..” lalu tiba tiba tubuhnya menjadi lemas dan mulutnya seakan terkunci

Bayangan besar menyeret tubuh gadis itu meletakan di atas lantai toilet itu yang dingin Baju gadis itu terbuka juga bra pink yang memiliki warna dan motif yang sama pink dengan bunga bunga kecil

Lalu bayangan hitam besar itu menjilati putting susu gadis itu mulutnya terkunci tapi tubuhnya tetap bergerak walaupun lemas melakukan penolakan Jantung gadis itu berdegup kencang tak beraturan

Puas dengan menjilati buah dada gadis itu bayangan hitam itu mulai mendorong penisnya yang tampak besar satu dorongan kuat membelakan mata gadis itu Tubuhnya mengejang setiap penis besar itu mendesak keras vaginanya

Tangan gadis itu mendorong tubuh bayangan itu tapi tak ada arti Air mata gadis itu berlinang untuk beberapa saat bayangan hitam itu menikmati tubuh gadis malang itu terdengar deru nafas bayangan hitam itu suaranya mendengus bagai monster

Beberapa saat kemudian mata gadis itu mendelik seakan akan mau keluar dari tempatnya Tubuh bayangan hitam itu berhenti bergerak Penisnya diam beberapa saat dalam vagina gadis itu lalu secara tiba tiba bayangan gelap itu raib

Mulut gadis terbuka tangannya mengapai gapai ” to…tolong…. tolong….”
” Dini …… Dini….. ” teriak Heru berusaha mengapai tangan Dini tapi tak berhasil seakan akan ada dinding tranparant yang memisahkan mereka

” to… tolong…. sa… sa… saya…. ” nafas Dini pun terputus

Keringat membasahi tubuh kapten Heru ” astaga mimpi apa yang saya alami.”
Otak Heru berusaha mereplay mimpi yang di alaminya begitu nyata Seakan dia ada di TKP sejak awal kejadian itu

>>>

” tolong ambilkan barang bukti kasus pembunuhan Dini.” pinta kapten Heru pada anak buahnya Setelah barang bukti tiba kapten Heru melihat dengan seksama celana panjang blue jean Tshit kuning bra dengan warna pink dengan motif bunga bunga.
Tapi tak di temukan celana dalamnya ” apa cuma ini barang buktinya ? ” tanya kapten Heru ” ya pak.” jawab anak buahnya ” tidak ada celana dalamnya …” ujar kapten Heru ” hanya itu yang kami temukan di TKP.” kata anak buahnya

Kapten Heru memeriksa lagi tas ransel milik almarhum tak ada yang berguna tak ada relevansinya hanya buku buku dan catatan pelajaran di kampusnyaTak di temukan uang atau identitas diri

” apa mungkin mahasiswi seusia Dini tak membawa KTP atau uang seharusnya Dini membawa uang karena menurut cerita Cindy Dini akan ke mini market “
” kemana celana dalamnya … apa penjahat itu mengambilnya ? ” Pertanyaan itu memenuhi kepala kapten Heru

” uang hilang KTP dan celana dalam tak di temukan … jangan jangan saya berurusan dengan pembunuh maniak perampok ….atau…” ujarnya dalam hati

Tak mau mengambil resiko dan bertekat menuntaskan kasus ini segera kapten Heru mengutus dua anak buah kepercayaannya untuk mengawasi kampus itu

>>>

Cindy tengah duduk di cafetaria di kampusnya sambil membolak balik majalah wanita Dari wajahnya masih tampak kesedihan yang mendalam

Tepat di sebelah meja Cindy ada tiga cewek cewek cantik dan seksi Di kampus mereka terkenal dengan ke angkuhannya dan sifatnya yang seronok

” eh lihat tuh si Cindy bete banget mukanya …” ujar Intan gadis cantik dengan rambut di tonning warta pirang ” kan lesbinya baru mati jadi gitu deh…” ujar Leni temannya Jenni juga ikut menimpali dengan kata kata sinis mereka pun tertawa tawa

” ehngapain sih loe pada ngusilin orang aja.” kata Lukas pacar Intan itu yang datang belangkangan Ketiga gadis itu diam ” udah In ayo ikut saya dan loe orang bubar ….” Kata Lukas

Intan pun beranjak dan mengikuti Lukas kekasihnya dan meninggalkann teman temannya yang masih duduk di cafetaria itu

Hari sudah pukul 3.00 sore sebagian mahasiswa sudah meninggalkann kampus Mereka pun duduk di Balkon lantai tiga kampusnya ” ngapain sih di sini Kas.?” tanya Intan
” ya pacaran dong …”jawab Lukas mencium pacarnya Intan mencubit Lukas ” genit banget kamu ya..”

Lukas pun terus melakukan deep kiss pada Intan sambil tangannya meraba raba buah dada milik Intan yang berada di balik kemejanya Tangan lukas pun mulai merabai paha mulus Intan

Tapi tak lama Intan segera menepis tangan Lukas ” ah udah ah kamu bikin saya Horny.” ujarnya Lukas tersenyum dan intan berdiri ” mau kemana say ? ” lukas bertanya dengan mesra ke kekasihnya itu Intan berbisik manja ” mau ke toilet basah nih.”

Intan segera berjalan dan Lukas pun mengikutinya tiba di depan pintu ruang kelas Lukas menarik Intan masuk ” ih mo ngapain sih.tar kelihatan orang.” kata Intan protes

Sambil menutup pintu kelas dengan kakinya Lukas memeluk tubuh Intan yang sexy lalu melakukan ciuman di bibir sang kekasih Kembali mereka bercumbu di ruang kelas itu ini bukan yang pertama mereka sering melakukannya di sana juga beberapa orang temannya melakukan hal mesum di sana

Intan duduk di atas meja sambil membuka kancing kemejanya dengan masih mengenakan kemejanya Intan menarik bra hitamnya ke atas sehingga buah dada 34b miliknya terpampang di depan wajah kekasihnya ” Kas isepin dong pentilnya.” begitu Intan merengek mesra kepada pacarnya

Bagai bayi besar Lukas mengenyot putting susu Intan” ashh….ahh…ashh …”
Tangan Lukas merabai paha mulus Iintan dan secara reflek gadis itu membuka lebar kedua kakinya Tangan Lukas terus maju hingga meraba selangkangan celana dalam hitam gadis itu

” ahhh …ahh..Lukas…saya jadi nafsu nih.” ceracau Intan Tangan Lukas terus mengusap usap selangkangan celana dalam Intan lalu mulai menyelipkan jarinya di balik selangkang celana dalamnya Terasa vagina pacarnya telah basah

Lepas dari putting susu Intan lidah Lukas turun kebawah menyibak celana dalam Intan ke samping dan mulai menjilati vagina Intan yang basah dengan sedikit bulu di atasnya tubuh Intan mengelijingdan terus mendesah desah dalam birahinya

Setelah beberapa saat Intan berkata ” Lukas masukin aja udah gatel nih.” Lukas pun bersiap penisnya keluar dari balik resleting celananya Dan mulai mengarah ke vagina kekasihnya Mereka tidak melepas pakainnya menurut mereka itu safe quick sex Jadi mudah utk bertindak jika tiba tiba ada yang masuk

Penis Lukas mulai menerobos vagina kekasih dengan menyibakkan celana dalam Intan ke samping ” ahhhh … ahh..Lukas.” erang Intan terus mendesah Dengan posisi Intan duduk di atas meja kakinya terbuka lebar dan posisi Lukas yang bediri menjadi leluasa Penisnya bisa mendesak hingga penuh ke dalam laing sempit milik Intan

” uuhhh …. Kas …ahh… terus tekan …” erang Intan sambil memegang pundak Lukas Lukas pun terus mengoyang pantatnya mendorong dan menarik penis keluar masuk liang keramat itu

Kadang sambil terus bergoyang mereka beciuman dan tangan Lukas memainkan putting susu Intan menambah nikmat bagi Intan

Beberapa saat kemudian Intan mulai tak bisa menahan diri lagi dia menjerit cukup keras sambil memeluk tubuh kekasihnya ” ahhh …ke keluarr …” Lukas diam sesaat kerena tubuhnya di peluk erat oleh Intan setelah pelukannya mengendur Lukas kembali melanjutkan goyangannya

Intan kembali mendesah desah gerakan Lukas semakin cepat dan cepat Kini ganti Lukas yang akan segera tiba di puncak birahinya Penisnya bergerak cepat dan akhirnya diam berada di posisi paling dalam di liang vagina Intan Tubuh Lukas mengejet di serati semburan sperma hangat dalam liang vagina Intan

Setelah penis Lukas tercabut kedua isan dengan beda gender itu segera merapikan baju masing masing ” Lukas temenin dong mau ke toilet dulu. ” pinta Intan ” ah kamu sendiri aja saya mau kedepan dulu nanti ketahuan orang saya duluan ya.” kata pacarnya itu ” ah kamu jahat ya …” kata Intan tapi kekasihnya itu tertawa sambil berlalu meninggalkan ruang kelas dan Intan sendirian

” dasar cowok maunya enak aja.” umpatnya dalam hati sambil merapikan kancing bajunya Lalu Intan berjalan ke pintu dan membuka pintu ruang kelas itu

Jantungnya seakan berhenti berdegup matanya mendelik ” to…. to.” suranya tak bisa keluar dari mulutnya Kaki Intan melangkah mundur beberapa langkah lalu seluruh tulangnya seakan lepas

Sosok itu mendekat lalu tubuh Intan ambruk jatuh di lantai Sosok itu pun segera membuka seluruh pakainnya dan mulai mencumbu gadis itu Menjilati buah dadanya tubuh lemah intan bergetar tanpa perlawanan tapi jantungnya berdegup keras

Lidah sosok itu seperti ular yang terbelah dua di tengahnya Kepala intan bergerak kekiri dan kekanan

Sosok itu pun membuka kedua kaki Intan dengan lebar seakan ingin membelah tubuhnya Air mata Intan menitik dalam ketakutannya Sosok itu pun mengeluarkan penisnya penis yang besar lebih besar dari lengan Intan sendiri

Wajah Intan memancarkan ketakutan yang amat sangat Satu desakan kuat pada vaginanya membuat tubuhnya melengkung dan matanya mendelik Tangannya mengepal kuat mencoba meninju sosok itu tapi apa daya tenaganya sama sekali hilang

Sosok menyeramkan itu terus bergerak menyetubuhi gadis korbannya Penis besarnya menyodok nyodok vagina Intan membuatnya koyak Setiap desakkan membuat mata Intan mendelik menunjukan betapa sakitnya perlakuan sosok menyeramkan itu

Beberapa saat berlalu mahluk itu pun mengeram bagai monster kelaparan Tubuhnya diam sementara penisnya masih berada dalam tubuh Intan Tubuh Intan mengejet mengejang pandangan mata Intan gelap walaupun bola matanya mendelik lalu jantung secara perlahan berhenti berdetak

Jeritan keras petugas kebersihan kampus itu membuat beberapa orang mahasiswa yang masih tinggal sore hari itu panik Mereka berlari lari mendekati petugas pembersih itu Pak Joko kepala satpam kampus itu pun tergopoh gopoh naik ke lantai tiga di ikuti dua anak buahnya

Kejadian terulang lagi seorang mahasiswi kembali tewas mengenaskan di kampusnya sendiri Pak Joko segera menelpon Heru dan melaporkan kejadian ini

Kapten Heru dengan beberapa anak buahnya segera meluncur ke TKP ” belum tuntas satu kasus kini terulang kembali ” gumannya geram dalam hati

Baca Juga : Lily Panther 2 : Promotor

Tiba di TKP Heru langsung mengadakan Investigasi dan dari saksi mata ada yang melihat Lukas keluar dari ruang kelas itu Heru pun menahan Lukas yang terlihat sangat shock karena kejadian itu Heru pun membawa Lukas serta petugas kebersihan kampus yang bernama Soetini itu ke ruang Dosen di kampus itu

Ambulan kembali mengunjungi kampus itu untuk menjemput tubuh kaku Intan

Lukas tanpa alasan yang berbelit belit mengakui dia bercinta dengan Intan di ruang kelas itu Dan keluar dari ruang kelas itu pada pukul 4.30 Perkataan Lukas di dukung oleh teman temannya yang memang mereka kumpul di bawah di lapangan volly pada pukul 4.30 sore itu

Sementara Soetini atau yang dikenal mahasiswa di kampus itu dengan nama mbok Tini menemukan tubuh kaku Intan pada pukul 5.00 sewaktu hendak membersihkan ruang kelas itu Heru memutar keras otaknya berarti waktu pembunuhan terjadi antara 4.30 sore hingga 5.00 sore

” pak polisi sesaat saya mau masuk ke ruang kelas itu saya melihat seorang keluar dari kelas itu … ” kata mbok Tini tiba tiba

” hmm mbok mengenali orang gitu.” tanya Heru ” wajahnya gak jelas maklum saya sudah tua mata agak rabun tapi wajahnya mirip pak Narto. dia memakai jas hitam seragam kampus ini.” lanjut mbok Tini

” pak Narto maksud mbok professor Narto dosen antropologi kampus ini.” kata pak Yandi dekan kampus itu yang baru tiba atas panggilan Heru mbok Tini mengangguk

” nanti dulu saya minta bertemu dengan professor itu ….” ujar Heru.
” professor Narto ” kata pak Yandi
” yah saya minta bertemu dengannya ” kata Heru ” pak Narto sudah eman bulan ini tak ada kabarnya terakhir di ketahui dia pergi ke suatu tempat untuk mempelajari lebih lajut tentang sebuah peradaban.” jawab pak Yandi

Pak Yandi pun menceritakan tentang sosok Narto seorang professor yang ahli di bidang antropolog Beliau gemar dengan hal hal berbau mistis Beliau mengatakan senang menyelidiki bagaimana seorang bisa berjalan di atas bara api yang menyala nyala tanpa terluka

Pak Narto selalu mengujungi daerah daerah lain untuk mempelajari kebudayaannya serta gaya hidup masyaratkat di sana Setiap ada waktu luang selalu perjalan di mulainya

Seperti yang terjadi enam bulan yang lalu saat menjelang libur panjang akhir tahun
Dia berencana pergi ke suatu tempat tapi dia tak mengatakan kemana
Terakhir yang di katakan pak Narto ” tunggu saja laporannya.”

Heru hanya mengangguk sambil menyimak seksama cerita pak Yandi itu

” sssrhhtt …sssrrhhtt….kapten. kapten Heru monitor. ” bunyi HT yang di genggam Heru
” ya. ya.masuk.ada apa..” tanya Heru

” pak di lantai dua koridor kampus ada sesuatu yang perlu bapak lihat.” begitu kata anak buahnya melalu HT itu Heru pun bergegas ke lantai dua Dua orang anak buahnya yang sedang menunggu langsung menunjukan kepada Heru

” kapten lihat itu …” seru mereka Heru melihat sebuah dompet dengan isinya yang tercecer di jalan koridor itu dan sebuah celana dalam hitam di temukan juga di tempat itu

Heru segera meminta anak buahnya unutk mengambil benda benda barang bukti itu

Heru semakin pusing dengan kasus ini apa lagi laporan visum Intan sama dengan Dini.
Siapa pelakunya dan apa motifnya Otak Heru berusaha keras memecahkan teka teki ini Celana dalam korban yang pertama hilang sedangkan korban kedua kedua tercecer di koridor kampus itu

Apa ini perbuatan Narto apa dia mempelajari ilmu sesat ? Tapi menurut pak Yandi Pak Narto sudah hilang kontak selama emam bulan lebih

” bagaimana kapten sudah ada titik terang.” tanya anak buahnya sambil mengantarkan secangkir kopi hangat Heru menggelengkan kepalanya

Heru menyeruput kopi hangat itu perlahan ” kapten. kapten monitor..” kembali Htnya berbunyi Anak buahnya pun melapor ada sesuatu yang mencurigakan di kampus itu Heru pun kembali bergegas ke sana Dan tiba dengan cepat karena memang letak posnya tak terlalu jauh dari kampus itu

>>>

mbok Tini melaporkan melihat sosok seseorang masuk ke basement kampus itu
Sebelum menindak lanjuti Heru meminta konfirmasi tentang basemant itu Dan menurut Joko kepala satpam basement hanya sebagai ruang gudang serta ada generator listrik utk keadaan darurat jika listrik padam

” jarang sekali ada orang yang masuk kedalam sana ” kata pak Joko ” apa basement ini di kunci.” tanya Heru ” seharus ada gemboknya kapten.” jawab Joko

Tapi tak ada satu gembokpun hanya ada grendel terbuka yang berkarat ” ayo kita masuk..” perintah Heru Heru pun mengeluarkan pistol dari sarungnya yang tergantung di pinggangnya Membuka revolvernyadan melihat semua lobang terisi penuh

Dengan hati hati mereka masuk ke dalam basment yang gelap itu Pak Joko pun menyalakan lampu di basement yang pengap itu Tiba tiba terdengar bunyi ” prang. ” seperti ada benda dari metal terjatuh Heru pun bertambah yakin ada penghuni di basement ini

Mungkin karena lampu nyala dengan tiba tiba telah membuat penjahat itu terkejut dan menjatuhkan sesuatu benda

Mereka pun melangkah lebih dalam banyak di temukan bungkusan bungkusan makanan yang membuat Heru yakin yang di dalamnya adalah manusia yang membutuhkan makan Semua mata terbuka lebar menatap sekeliling arah Basement itu di penuhi dengan peti dan dus dus besar

Banyak tempat utk si penjahat bersembunyi Heru mengambil keputusan utk berpencar Baru anak buahnya melangkah beberapa langkah dengan tiba tiba sebuah sosok menyerang tangan Heru yang mengenggam pistolnya Serangan dengan sebilah balok kayu itu cukup keras hingga membuat pistol Heru terlempar

Tapi sebagai seorang polisi tentu tidak hanya di latih utk mengunakan senpi tapi juga di bekali dengan ilmu bela diri Secara reflek Heru menedang dan meninju sosok itu
Tubuh sosok yang mengunakan pakaian seperti jas hujan itu jauh lebh besar di banding Heru

Tendangan Heru tak melumpuhkannya bahkan sosok itu menjadi lebih agresif Sosok itu menyerang Heru dengan kekutan penuh mendorong tubuh Heru hingga jumpalitan

Saat Heru tergeletak di lantai itu kembali sosok itu mengambil balok kayu itu dengan hendak melancarkan serangkan ke arah kepala Heru

Saat balok kayu itu siap di ayunkan tiba tiba ” dor..” satu letusan keras terdengar sebutir timah panas dengan ukuran 0, 38 inchi melesat secepat kilat memenbus pelipis sosok itu

Tubuh sosok itu roboh darah segar membanjiri lantai basment itu

Pemeriksaan di lakukan beberapa rekan Heru menyatakan kasus selesai pelaku telah di lumpuhkan Di dalam ruang basment itu di kumpulkan semua barang bukti Dan tampaknya sebuah bukti memberatkannya Dompet milik Dini lengkap dengan KTPnya HP milik Intan serta celana dalam pink dengan motif bunga

Celana dalam itu di yakini Heru sebagai milik Dini Yang pernah terproyeksikan dalam mimpi anehnya beberapa waktu yang lalu

Setelah di lakukan pengecekan lebih jauh sosok yang telah menjadi mayat itu ternyata buronan yang melarikan diri dari penjara kasus perampokan Penjahat ini telah bertahun tahun di cari siapa sangka dia bersembunyi di basment kampus ini

” selamat kapten Heru anda bisa tidur dengan pulas kasus ini telah terpecahkan.” begitu komentar pak Yandi dekan kampus itu yang juga hadir malam itu Heru hanya tersenyum dalam hatinyadia yakin kasus ini belum berakhir penjahat ini hanya berada pada waktu yang salah dan tempat yang salah pelaku yang sebenarnya belum di temukan

>>>

Beberapa hari kemudian kehidupan di kampus itu kembali normal walaupun kasus itu masih jadi topik pembicaraan di antara mahasiswa di sanaDua orang anak buah Heru masih terus berjaga dan selalu meng up date berita berita kepada Heru

>>>

Bebarapa hari kemudian saat Heru hendak pulang kerumahnya Hpnya berdering
Rekan kerjanya meminta Heru segera ke rumah sakit

Ada seorang gadis yang loncat dari jendela rumahnya Keadaanya cukup parah tak mau bicara dan selalu menyebut nama kapten Heru

>>>

Heru mencoba tersenyum melihat Cindy yang terbaring di ranjang rumah sakit itu
Ibunya dengan sedih menemani anak gadisnya itu Kaki Cindy tampak di gips serta ada luka goresan di wajahnya akibat terkena pecahan kaca jendela

” kap…kap.. kapten…” suara Cindy terdengar terputus putus. ” tenang dulu Cindy saya disini.” jawab Heru

Heru bertanya apa yang telah terjadi pada ibu Cindy ” saya tidak tahu pak saat itu saya dan suami saya sedang duduk di beranda rumah tiba tiba terdengar pecahan kaca lalu tubuh Cindy tergeletak di taman rumah kami “

Heru menatap Cindy mata Cindy tampak redup

” saya tak tahu apa yang terjadi pak tapi tak mungkin Cindy loncat dari jendela apa lagi terjatuh tak mungkin karena jendela itu selalu terkunci.” ujar ibunya sedih

Heru mengangguk kan kepalanya ” saya tahu ibu ibu tenang saja, yang penting Cindy selamat.” Heru mencoba menghibur ibu yang separuh baya itu

” baiklah karena Cindy telah mendapat pertolongan saya pamit dulu besok saya akan datang kembali jika Cindy sudah agak kuat untuk bicara.” kata Heru

Tapi saat yang sama Cindy mengenggam tangan Heru dengan kuat ” to. tolong… ja jaga sa sa saya. hannn hannn hann tu ….. na…. naa….” Suara Cindy terdengar terputus putus dan susah unutk keluar dari mulutnya

” hantu …. ? hantu na.. ? na..apa.. ? ” tanya Heru

” na… na…narrr….narr…. ” hanya suara terputus putus tak jelas yang keluar dari mulut Cindy

” narto.narto dosen atropolog.” ujar Heru mencoba menebak

” ya…iya…iya…” jawab Cindy

Tubuh Heru bergidik siapa lawannya sebenarnya apa lawan sebenarnya

>>>

Esok harinya kondisi Cindy sudah lebih baik Perlahan Cindy dapat menceritakan apa yang terjadi pada dirinya

” saat saya masuk ke kamar saya mengunci pintu karena saya hendak ganti pakaian …” cerita Cindy ” Saat membalikan tubuh saya melihat dia dia berubah. sangat berubah tubuhnya menjadi besar dan penuh dengan bulu kasar mirip gorilla.tapi wajah nya saya sangat kenali wajahnya “

” dia … ? siapa dia…? ” tanya Heru

” professor Narto …” jawab Cindy

” maksud kamu professor Narto berubah dari menusia biasa lalu menjadi monster seperti gorilla.” tanya Heru terheran mendengar cerita Cindy

” saya tidak mengada ada saya tidak gila saya sadar apa yang saya lihat.” ujar Cindy.

” lalu selanjut …” Heru semakin penasaran

” saya sangat takut ingin menjerit tapi mulut saya terkunci tenaga saya sepertinya hilang saya mundur beberapa langkah dia mendekat … saya nekad dengan sisa tenaga saya saya menabrak kaca jendela dan loncat kebawah …” lanjut Cindy kemudian dia diam untuk beberapa saat” saya tak ingat lagi pandangan mata saya gelap saya hanya mendengar suara ibu saya memanggil manggil nama saya sambil menangis..”

Heru menarik nafasnya dalam dalam dia sendiri tak tahu harus berbuat apa

>>>

” selamat siang kapten Heru apa kabar ” sambut Yandi saat Heru mengunjunginya di kantornya Mereka bersalaman dan Heru di persilahkan duduk

” apa yang bisa saya bantu.” tanya Yandi

” saya ingin meminta infomasi lebih lanjut tentang professor Narto.” ucap Heru
Pak Yandi tersenyum ” hmm ada apa lagi kasus sudah di selesaikan pembunuhnya telah tewas apa anda masih curiga tehadap professor Narto ”

” belum kasus belum di tutup semalam Cindy salah seorang murid di kampus anda hampir di bunuh mahluk itu monster Narto.” kata Heru

Pak Yandi melepas kacamata minusnya dan menatap tajam ke arah Heru ” saya turut prihatin atas apa yang di alami Cindy tapi harap anda jaga bicara anda professor Narto orang di di hormati di kampus ini dia orang pinter dengan beberapa gelar menyertai namanya … dan dia bukan monster “

Heru menarik nafas dalam dalam lalu menceritakan kejadian yang di alami Cindy dan mengulangi cerita Cindy tentang Professor Narto yang berubah menjadi monster itu

” ohh…. ” hanya kata itu yang keluar dari mulut Pak Yandi setelah mendengar cerita Heru

” yang saya ingin tanyakan apa pak Yandi tahu tentang professor Narto apa dia mempelajari ilmu sesat bersekutu dengan setan dan sebagainya…” tanya Heru

” Professor Narto itu memang percaya pada hal hal gaib tapi tidak menganutnya dia selalu mencari hubungan gaib dengan hal hal ilmiah dia selalu mencari hubungan antara hal gaib dan mencoba menjelaskan secara ilmiah …” ujar pak Yandi

” saya tidak yakin kalau dia mempelajari ilmu sesat walaupun dia percaya ilmu ilmu seperti itu ada Saat dia melihat ada orang yang mampu menahan sayatan pisau yang dia pikirkan orang itu telah mengalami perubahan genetika mereka bermutasi mereka menjadi manusia super itu yang Narto selalu katakan dan dia selalu ingin tahu kenapa.” lanjut Yandi

” apa mungkin professor Narto malah sekarang bermutasi manjadi mahluk lain …” tanya Heru ” saya kurang mengerti soal ini dan saya tak begitu tertarik dengan hal hal seperti ini …” jawab Yandi

Pembicaraan dengan dekan itu tak mendapatkan hasil yang jelas Narto atau siapa pun yang menjadi mahluk itu harus di hentikan

>>>

Sambil mengemudikan mobil dinasnya Heru melirik jam tangannya sudah pukul 10.30 malam tubuhnya sudah merasa lelah ingin rasanya berbaring memejamkan mata Namun entah kenapa perasaannya tak enak ada sesuatu yang memintanya utk menjenguk Cindy

Heru pun membelokkan mobil dinasnya dan memasuki lapangan parkir di rumah sakit umum itu Dan dia berjalan cepat unutk masuk ke kamar Cindy

Saat Heru membuka pintu dia melihat mahluk itu sedang merangkak di atas tubuh Cindy yang telah di buatnya bugil itu Melihat kedatangan Heru yang tiba tiba mahluk itu menyeringai wajahnya memang wajah manusia tapi memiliki taring seperti hewan buas dan tubuhnya dipenuh dengan bulu bulu kasar dan penisnya yang benar benar besar itu kini Heru menyaksikannya sendiri.

Heru sempat shock sesaat namun insting polisinya langsung bekerja mencabut pistol di pinggangnya lalu langsung memembaknya ” dor …dor… ” dua letusan terdengar keras peluru itu mengenai mahluk itu tapi tak ada arti

Mahluk itu melompat dan menyerang Heru hingga terpental keluar kamar itu Tangan besar mahluk itu mengangkat siap unutk mengayun dari ujung ujung jarinya keluar kuku kuku yang runcing

” dor.dor… ” dua letusan senjata api terdengar kembali membuat mahluk itu mengagalkan serangnnya Untung bagi Heru dia sempat menyelamat diri Mahluk itu pun balik menyerang anak buah Heru

Melompat secepat kilat seperti srigala dan mencoba menerkam anak buah Heru Tapi dia sempat menghindar dan lari Mahluk itu mengejarnya

Heru mencari senjatanya yang terpental lalu mengejarnya Di depan pintu rumah sakit itu telah banyak orang berkumpul karena panik Anak buah Heru terkapar bersimbah darah sedang mahluk itu hilang entah kemana

Untung saja kejadiannya di depan rumah sakit jadi anak buah Heru bisa cepat di selamatkan

>>>

Malam itu keberuntungan masih menyertai Cindy. Tapi apakah penyerangan akan berhenti ?

Setelah keadaan kembali terkendali Heru memerintahkan dua anak buahnya berjaga di kamar tidur Cindy ” awasi dia jangan sampai lengah ” begitu perintah kapten Heru

Heru keluar utk mengisi perutnya yang sudah keroncongan itu malam itu cuaca agak mendung daerah sekitar tempat parkir itu agak gelap Saat Heru berjalan ke arah mobil dinasnya terpakir mata Heru menangkap sosok yang di kenalnya

Walau dalam keadaan agak gelap tapi dia bisa mengenali orang itu Tidak hanya dari wajahnya tapi gerak gerik ciri ciri dan gaya berjalannya Semua ini telah di pelajarinya selama Heru menimba ilmu di akademi kepolisian yang telah dia lewati itu

” hmmm … apa yang di lakukannya malam malam berada di rumah sakit ini.” ujarnya.

Saat mobilnya mulai bergerak Heru pun menghafal no kendaraannya Malam itu berlalu dengan cepat tak ada kejadian aneh selepas peristiwa itu Hanya Cindy yang kembali di dera truma

>>>

” sersan Benny.” panggil Heru yang baru saja tiba di kantornya ” siap pak..” jawab anak buahnya ” coba kamu selidiki orang ini dia seperti mencurigakan kamu buntuti cari tau di mana rumahnya kemana saja dia dengan siapa dia berhubungan catat semau dan laporkan pada saya.” perintah Heru ” siap pak laksanakan …” jawab anak buahnya sambil melihat foto orang yang di curigainya

Heru masih berkutat dengan teka teki itu msuh sudah jelas dan Heru pernah berhadapan langsung Tapi bagaimana menangkap mahluk itu dimana dia bersembunyi.

Sambil membaca file file kasus yang tengah di hadapinya tangan Heru mengaduk aduk kopi panas yang tersaji di mejanya

>>>

HP Heru bergetar dia melihat di layarnya unknown Heru pun menerima panggilan itu

” hallo.dengan kapten Heru.” suara itu begitu lembut terdengar
” ya siapa ini ya..?” tanya Heru
” saya Leni teman Intan … yang tewas di kampus itu pak.” ujar gadis itu
” ya ada yang bisa saya bantu.?” tanya Heru

” semalam saya saya melihat mahluk yang seram. di rumah saya.” kata Leni
” oh mahluk seram …” ujar Heru

” iyah mahluk seram yang membunuh Dini dan Intan teman saya.” kata Leni

Dahi Heru mengenyit ” lalu.” ujar Heru
” saya minta tolong apa bapak bisa ke mari utk mengecek keadaan rumah saya.” pinta Leni

Setelah mencatat alamat Leni Heru menyiapkan dirinya dia membawa dua buah pistol satu di pangganya dan satu di selipkan di kakinya Pistolnya terisi penuh

Heru tiba di rumah Leni rumah itu tampak sepi dan besar Heru menekan tombol bel yang terletak di pagar besi depan pekarangan rumah itu Leni pun keluar menyambut Heru Leni berpakaian yang begitu sexy bajunya pendek mempelihatkan perutnya yang singset dan roknya yang begitu mini yang hanya pass menutupi bongkahan pantatnya

Heru pun masuk kedalam rumah Leni dan duduk di sofa ruang tamu itu ” silakan duduk dulu pak saya ambilkan minum yah.” ujar Leni Mata Heru melihat sekeliling ruang itu banyak benda benda artefak di ruang itu Banyak patung yang bertentuk aneh aneh

Tak lama Leni kembali dengan baki yang berisi gelas dengan sirop lengkap dengan es batu Leni pun duduk berseberangan dengan Heru Rok yang di kenakanya mini sehingga dengan mudah mata Heru bisa menatap celana dalam putih yang di kenakan Leni. ” walau polisi saya juga manusia.” ujarnya dalam hati

” oke Leni coba ceritakan tentang mahluk seram itu …” pinta Heru

” semalam saya melihat mahluk seram itu di sana ” cerita Leni sambil menunjuk ruang makan di rumah itu ” lalu mahluk itu mendekati saya saya di telanjangi lalu kaki saya di buka lebar seperti ini ” lalu Leni meperagakannya dia berbaring di sofa lalu membuka lebar kakinya

Dahi Heru pun kembali mengenyit

Lalu Leni membuka bajunyatanpa malu malu dan dia sama sekali tak mengenakan Bra Buah dadanya yang begitu ramun mencuat keluar seperti ingin pamer di depan Heru

” eh Leni apa yang kamu lakukan …” tanya Heru

” lalu pak mahluk itu menjilati buah dada saya putting susu saya di isep isepnya.” ujar Leni, sambil memainkan sendiri putting susunya ” saya merasa nikmat pak. ahh shhh …ahh,…” ujar Leni seperti melakukan masturbasi

Perlahan Leni membuka rok mini dengan celana dalam putihnya Tubuh Leni bugil dan berbaring di sofa kulit yang lebar itu. Ceritamaya

” Leni kamu mau apa.” tanya Heru

Leni tak menjawab dia malah melakukan masturbasi dengan memainkan vaginanya sendiri ” mahluk seram itu kemudian memperkosa saya ahhh… ah… nikmat sekali rasanya … ” Leni memasukkan jarinya sendiri ke liang vaginanya

Mata Heru terus menatap perbuatan Leni seperti yang dipikirkannya Heru juga seorang manusia lelaki normal Mata Heru terus memperhatikan jari jari Leni yang keluar masuk vagiannya sendiri Vagina Leni tampak basah kerena gadis itu birahi Vaginanya terlihat indah dengan sedikit bulu di bukitnya

” ahhh.ahh.. enak.enak sekali … pak mau coba m*m*k saya ohh gatel banget nih …..” desah desah Leni yang mengajak Heru untuk bercinta

Heru tersenyum menatap Leni mencoba menduga duga peran apa yang di mainkan Leni

” ahhh…ahh..gak tahan.gatel.saya mau keluar….” Erang Leni lalu tubuhnya mengejet. Jari Leni lepas dari liang vaginanya yang terlihat jelas oleh mata Heru vaginanya basah sekali Yang Artinya Leni benar benar birahi

Nafas Leni berderu dia diam sepertinya lemas setelah oragasme

HP Heru bergetar kembali rupanya panggilan itu dari anak buahnya Laporan yang mengejutkan Heru alamat rumah orang yang di curigai Heru adalah rumah yang sedang di kunjunginya sekarang ini

Heru pun minta kepada anak buahnya unutk membawa seluruh personil yang ada dan bergerak ke alamat itu.

” oke… Leni apa hubungan kamu dengan pak Yandi. ” tanya Heru Lani diam seakan tak mendengar ucapan Heru ” Lani ….. ” Heru memanggil namanya setelah beberapa saat Lani terdiam

” tak ada hubungan apa apa cuma sekedar dosen dan muridnya …” suara pak Yandi terdengar lalu dia keluar dari balik pintu sebuah kamar berjalan ke arah Leni yang tergeletak di sofa meremas buah dadanya yang ranum

Jari Dekan kampus itu mencolok vagina Leni yang basah lalu jarinya di kulumnya sendiri Vagina yang bagus ” anda tak mau mencobanya kapten “

” oh anda disini rupanya …” ujar Heru

” anda cukup gigih sebagai seorang polisi sayang kalau hidup anda harus berakhir disini…” ucap pak Yandi dengan arogan

Heru tersenyum ” umur orang tak ada yang tahu tapi saya tak mengerti apa hubungan anda dengan pak Narto juga dengan semua ini …”

” hmm baiklah kamu ingin tahu seperti yang saya katakan Narto suka dengan hal hal gaib begitu juga dengan saya semua expedisi yang di lakukannya atas dana dari saya terakhir Narto ke sebuah tempat yang mana dia berubah menjadi monster.” kata Yandi bercerita

” masyarakat primitif di daerah itu meramu tumbuhan yang bisa merubah mahluk hidup manusia ataupun hewan menjadi monster mereka mengunakan mahluk ciptaanya untuk menjadi tentara perang melawan musuh musuh mereka mereka menjadi kuat dan tak pernah kalah …”

” tapi mahluk itu butuh makanan mereka butuh darah dan setelah seluruh musuhnya habis maka monster itu balik menyerang tuannya sendiri …” lanjut Yandi

” oke siapa yang menjadi tuan untuk Narto.” tanya Heru ” tentu saja saya yang yang memegang kendali.” jawab Yandi

” gila kamu sudah gila tak waras apa sebenarnya tujuan kamu.” tanya Heru
” tentu saya punya rencana rencana sangat besar dan kamu hanya seekor nyamuk pengganggu saja …ha..ha… ” ujar Yandi

Heru berdiri dan segera mencabut pistolnya menodongkan pistol itu ke arah Yandi ” kamu di tahan …”

” ha… ha…ha… ” ujar Yandi lalu secara tiba tiba muncul monster Narto dia mengendus dan menyeringgai

” kapten anda sudah kenal dengan Narto kan anda pernah merasakan tenaganya dan pistol anda tak ada gunanya buat dia …” kata Yandi

” pantas saja malam itu anda berada di rumah sakit itu.” ujar Heru ” ya. seharusnya Cindy sudah menjadi mayat saat ini …” kata Yandi

” kenapa kenapa kamu mecelakai murid kamu sendiri … ? ” tanya Heru ” itu memang maksud saya supaya saya bisa lebih gampang menutupinya ingat boronan yang kamu temukan di basement itu juga piaraan saya untuk menjadi tameng.. tapi kamu cukup hebat mengacaukan rencana saya.” jawab Yandi

” maksud saya kenapa murid wanita … ? ” Heru terus saja mengajukkan pertanyan untuk mengulur waktu menunggu bantuan

” hemm mahluk ini butuh darah darah wanita dia akan menghisap darah wanita itu saat bersenggama dengan wanita korbannya … ” jawab Yandi sambil meremas buah dada Leni dan mencolok colok vagina gadis itu

Leni seperti tak sadarkan diri dia seperti pingsan

“saat monster ini ejakulasi dari penisnya akan keluar duri duri dan duri duri ini seperti jarum yang menghisap darah hingga pada wanita ini tewas ” Kata Yandi sambil tertawa tawa

” anda gila …” bentak Heru
” ha ha ha perbedaan gila dan jenius itu hanya sekulit bawang ” ujar Yandi
Yandi mencabut jarinya dari vagina Leni lalu mencium jarinya itu ” hmmm vagina yang harum sayang harus di rusak …..ha ha ha..”

” baiklah biar jelas kamu bisa menyaksikan sendiri bagaimana monster ini menghisap darah korbannya … ayo Narto ini mainan kamu nikmati tubuhnya nikmati darahnya …” kata Yandi

Monster Narto menyeret tubuh Leni lalu tubuhnya yang telah bugil di letakkan di atas lantai

Heru berpikir gimana cara menolong gadis ini tembakkan tak akan mampu melumpuhkan monster ini

Pistol kembali di arahkan ke Yandi ” saya tahu mahluk ini kebal peluru tapi saya yakin anda tidak perintahkan mahluk itu unutk berhenti …”

” ha ha ha kalau saya perintahkan mahluk itu untuk menyerangmu maka dia akan loncat dengan cepat kilat dan membunuh kamu … kamu mau coba saya sudah bilang saya punya remote control untuk memerintahkan mahluk ini …” kata Yandi

Heru menurunkan pistolnya matanya melihat mahluk itu sendang menjilati buah dada Leni waktu semakin mendesak apa yang harus di perbuatnya mata Heru menyapu seluruh ruang itu otak dan matanya bekerja simultan ada satu benda yang mearik perhatiannya

Heru berpikir dia akan mencoba sepkulasi suara letusan pistolnya akan terdengar keluar rumah itu Heru berharap anak buahnya akan masuk menyerbu

Heru membidik sebuah patung yang terletak dekat Yandi patung artefak dari batu yang berbentuk mirip monster Narto itu tampak lain dari patung lain Patung ini di taruh di tempat khusus dan seperti di beri sesajen

Heru membidik tepat ” dor..dor … ” dua letusan pistol itu menghancurkan patung itu

Monster itu mengaum keras tubuhnya berguling guling tampak seperti kesakitan

” TIDAKKKKKK…….AHHHH … bajingan.” jerit Yandi tiba tiba Lalu Yandi mengambil sebilah pedang yang tergantung di dinding rumah itu dan menyerang Heru dengan sebilah pedang

“Dor.. ” satu tembakkan peringatan terdengar ” letakkan senjata kamu telah kalah.
” tidak saya tidak pernah kalah …. Ahhhh ……” jawab Yandi dengan murka dan menyerang Heru

” Dor …. ” Heru melepaskan tembakkan ke arah kaki Yandi dan dekan itu tersungkur jatuh Heru segera memborgol tangan Yandi

Anak buah kapten Heru pun masuk kedalam rumah itu

Leni yang mulai sadar menagis terisak isak dan segera di tolong

Tubuh monster Narto berangsur angsur berubah tubuhnya menjadi kecil dan bulu bulunya menghilangNarto kembali manjadi manusia normal sayang jiwanya tak tertolong

Nasib Yandi harus menjadi penghuni rumah tahanan menunggu hingga waktunya di bawa ke meja hijau untuk di adili

Cindy perlahan pulih dari traumanya dia memilih melanjutkan kuliah di kampus lain

Leni tetap kuliah di kampus itu dan sama sekali tak tahu bagaimana dirinya bisa berada di rumah pak Yandi

Kasus di tutup
End